Posted by My Blog Labels:

Pengertian Tanda Baca
Tanda baca adalah simbol yang tidak berhubungan dengan fonem (suara) atau kata dan frasa pada suatu bahasa, melainkan berperan untuk menunjukkan struktur dan organisasi suatu tulisan, dan juga intonasi serta jeda yang dapat diamati sewaktu pembacaan. Aturan tanda baca berbeda antar bahasa, lokasi, waktu, dan terus berkembang. Beberapa aspek tanda baca adalah suatu gaya spesifik yang karenanya tergantung pada pilihan penulis. Berikut adalah jenis tanda baca dalam bahasa Indonesia.

1.   TITIK
Titik atau perhentian akhir biasanya dilambangkan dengan (.). Tanda ini lazimnya dipakai untuk :

1.Menyatakan akhir dari sebuah tutur atau kalimat.
Contoh:
*   Ibu mengajak saya pergi ke pasar.
*   Budi belajar membaca.
*   Ibu sedang membersihkan rumput di halaman.
Karena kalimat tanya dan kalimat perintah atau seru mengandung pula pengertian perhentian akhir, yaitu berakhirnya tutur, maka tanda tannya dan tanda seru yang digunakan dalam kalimat-kalimat tersebut selalu mengandung sebuah tanda titik.
Contoh:
*   Apa bola itu bulat?
*   Mengapa cicak selalu menempel di dinding?
*   Dimana tempat tinggal nenek?

2.Tanda titik dipakai pada akhir singkatan gelar, jabatan, pangkat, dan singkatan kata atau ungkapan yang sudah lazim. Pada singkatan kata yang sudah terdiri dari tiga huruf atau lebih yang dipakai satu titik.

Contoh:
*        a.n. (atas nama)
*        Dr. (Dokter)
*        H. (haji)
*        Ir. (Insinyur)
*        u.b (untuk beliau)
*        Kol. (Kolonel)
*        dkk. (dan kawan-kawan)
*        M.Sc. (Master of Science)
*        dll. (dan lain-lain)
*        S.H. (Sarjana Hukum)
*        dst. (dan seterusnya)
*        Drs.(Doktorandus)
*        tsb. (tersebut)
*        M.A.(Master of arts)
*        Yth. (yang terhormat)
*        Spd. (sarjana pendidikan)

Semua singkata kata yang menggunakan inisial atau akronim tidak menggunakan titik : DPR, MPR, ABRI, Hankam, Kopkamtib, ampera, Lemhanas, dsb.

3.Tanda titik digunakan untuk memisahkan angka ribuan, jutaan, dan seterusnya yang menunjukkan jumlah; juga dipakai untuk memisahkan angka jam, menit dan titik .
Contoh:
*        35.000
*        150.000
*        pukul 6.55.20 (pukul enam 55 menit 20 detik)
*        pukul 05.00 (pukul 5 tepat)

2.     KOMA
Koma atau perhentian antara yang menunjukkan suara menarik ditengah-tengah tutur, biasanya dilambangkan dengan tanda (,). Disamping untuk menyatakan perhentian antara (dalam kalimat), koma juga dipakai untuk beberapa tujuan tertentu.
Dalam hal-hal berikut dapat digunakan tanda koma :

1. Untuk memisahkan bagian-bagian kalimat, antara kalimat setara yang menyatakan pertentangan, antara anak kalimat dan induk kalimat, dan antara anak kalimat dan anak kalimat.
Contoh:
*        Budi akan berangkat sekolah, tetapi diluar hujan deras.
*        Ada berbagai macam warna pada pelangi ada merah, kuning, hijau dan biru.
Dari uraian diatas dapatlah disimpulkan bahwa dalam usaha penyempurnaan ejaan bahasa Indonesia, lebih dahulu harus ditentukan secara deskriptif tata fonem bahasa Indonesia sebelum dilakukan pemilihan huruf bagi fonem-fonemnya.

2. Koma digunakan untuk menandai suatu bentuk parentetis (keterangan-keterangan tambahan yang biasanya ditempatkan juga dalam kurung) dan unsur-unsur yang tak restriktif :
Contoh:
*   Pertama, tulislah nama, NPM dan kelas.
Kedatangannya, seperti yang diinginkan dari dulu, tidak disambut dengan upacara besar-besaran.

3.Tanda koma digunaka untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat mendahului induk kalimatnya, atau untuk memisahkan induk kalimat dengan sebuah bagian pengantar yang terletak sebelum induk kalimat.
Contoh:
*   Bila matahari terik ibu akan menjemur kerupuk.
*   Karena sedih, ia pergi mengurung diri di kamar.
*   Sebagai pembaca doa, maka kami persilahkan untuk maju ke atas panggung

4.Koma digunakan untuk menceraikan kata yang disebut berturut-turut :
Contoh:
*        Pak Burno memeli segulung tali, selembar papan triplek dan 1 sak semen.

5.Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan transisi yang terdapat pada awal kalimat, misalnya : jadi, oleh karena itu, lagi pula, meskipun begitu, akan tetapi, disamping itu, dlsb.
Contoh:
*   Walaupun sulit, tetap saja apabila belajar akan menjadi mudah di pahami.

6.Koma selalu digunakan untuk menghindari salah baca atau keragu-raguan.
Contoh:
*   Meragukan : Dijalan raya kelihatan ramai.
J e l a s : dijalan raya, kelihatan ramai.

7.Koma dipakai untuk menandakan seseorang yang diajak bicara.
Contoh:
*   Saya berharap, anak saya menjadi anak yang berbudi baik.

 8.Koma dipakai juga untuk memisahkan aposisi dari kata yang diterangkan.
Contoh:
*        Presiden Soekarna adalah presiden pertama Indonesia, dia berjuang dengan sekuat tenaga.

9.Koma dipakai untuk memisahkan kata-kata afektif seperti o, ya, wah, aduh, kasihan, dari bagian kalimat lainnya.
Contoh:
*   Aduh, betapa senangnya dapat nilai bagus.
*   Wah, sungguh indah pemandangan itu.

10.Tanda koma dipakai untuk memisahkan sebuah ucapan langsung dari bagian kalimat lainnya.
Contoh:
*   Kata ayah, “saya akan menangani semua masalah yang ada”.

11.Koma digunakan juga untuk beberapa maksud berikut:
a. Memisahkan nama dan alamat, bagian-bagian alamat, tempat dan tinggal.
b. Menceraikan bagian nama yang dibalikkan (untuk referensi, misalnya).
c. Memisahkan nama keluarga dari gelar akademik.
d. Untuk menyatakan angka desimal.
Contoh :
*        Apabila anda ingin bertemu dengan saya, harap melapor ke bagian : personalia.
*        Veronia, Kamila ( namanya sebenarnya Kamila Veronika )

3. Tanda Seru (!)
·           Tanda seru dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan berupa seruan atau perintah atau yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaa, atau rasa emosi yang kuat.
Contoh :
*        Jangan membuang sampah sembarangan !

4. Tanda Titik Koma (;)
Fungsi dan pemakaian titik koma adalah:
Memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis atau setara
Memisahkan kalimat yang setara didalam satu kalimat majemuk sebagai pengganti kata penghubung.

5. Tanda Titik Dua (:)
Tanda Titik Dua digunakan dalam hal-hal sebagai berikut
Pada akhir suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian.
Pada kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian
Dalam teks drama sesudah kata yang menunjukan pelaku dalam percakapan
Di antara jilid atau nomor buku/ majalah dan halaman. antara bab dan ayat dalam kitab suci, atau antara judul dan anak judul suatu karangan.
Contoh :
*        Nama – nama hewan : kucing, kelinci, kura-kura.

6. Tanda Hubung (-)
Tanda hubung dipakai dalam hal-hal seperti berikut:
Menyambung suku-suku kata yang terpisah oleh pergantian baris,
Menyambung unsur-unsur kata ulang
Merangkai unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing
Contoh :
*   Air yang jatuh dari langut di sebut air hu-jan.

7.  Tanda Kurung ( )
Tanda kurung dipakai dalam ha-hal berikut
Mengapit tambahan keterangan atau penjelasan
Mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian pokok pembicaraan
Mengapit angka atau huruf yang memerinci satu seri keterangan
Contoh :
*        Dapat (bisa)
*        Emapt (empat).

8. Tanda Kurung Siku ( {..} )
Tanda kurung siku digunakan untuk:
Mengapit huruf, kata atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada akhir kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain
Mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung
Contoh :
*   Himpunan A {1,2,3,4}.

9. Tanda Petik ("...")
Fungsi tanda petik adalah:
Mengapit petikan lagsung yang berasal dari pembicaraan, naskah atau bahan tertulis lain
Mengapit judul syair, karangan, bab buku apabila dipakai dalam kalimat
Mengapit istilah kalimat yang kurang dikenal
Contoh :
*   Ayah berkata “jangan makan permen banyak-banyak”.

10.  Tanda Petik Tunggal ('..')
Tanda Petik tunggal mempunyai fungsiL
Mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain
Mengapit terjemahan atau penjelasan kata atau ungkapan asing
Contoh :
*   File tersebut harus di ‘delete’ agar virus komputernya tidak menyebar.

11.  Tanda Garis Miring (/)
Tanda garis miring dipakai dalam penomoran kode surat
Tanda garis miring dipakai sebagai pengganti kata dan, atau, per atau nomor alamat
Contoh :
*        V/III/2013(nomor surat 5, bulan 3 tahun 2013).

12.  Tanda Penyingkat (Apostrof) (')
Tanda Apostrof menunjukan penghilangan bagian kata.